Jakarta (AbdiMuda)---Sejarah tidak selalu harus dipelajari dari buku atau ruang kelas. Kadang, ia terasa lebih dekat ketika kaki diajak menyusuri jalan yang pernah menjadi saksi perjuangan, mata melihat langsung bangunan bersejarah, lalu cerita-cerita masa lalu dibicarakan dalam obrolan hangat sembari minum kopi.
Semangat itulah yang dibawa AbdiMuda Indonesia melalui Plesiran & Ngopi Sejenak (PNS) bertajuk “Menelusuri Jejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia”. Kegiatan diikuti 25 peserta dari kalangan ASN maupun masyarakat umum.
Tim PNS Abdimuda, Usman Manor, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat maupun ASN untuk menikmati Jakarta dari sisi yang berbeda. ”Bukan sekadar berjalan kaki, kami juga mengajak peserta untuk menelusuri jejak sejarah sekaligus merefleksikan kembali makna kemerdekaan,” ungkapnya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Dengan menempuh rute sekitar 3,7 kilometer, peserta menelusuri Jl. Cikini hingga Jl. Pangeran Diponegoro. Sepanjang jalan tersebut, peserta mengunjungi sejumlah titik bersejarah bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. Lokasi bersejarah tersebut di antaranya Masjid Cut Meutia, Museum Joang 45, Rumah Achmad Soebardjo, Departemen Mikrobiologi FKUI, Rumah Pribadi Mohammad Hatta, Rumah Peninggalan Adam Malik, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Perjalanan dari satu titik ke titik lainnya menjadi ruang belajar yang lebih cair. Peserta tidak hanya mendengarkan cerita tentang tokoh dan peristiwa sejarah, tetapi juga berbincang, bertukar pengalaman, dan mengenal rekan-rekan dari berbagai instansi.
”Bagi AbdiMuda, kegiatan ini menjadi cara sederhana untuk merawat ingatan mengenai perjuangan menuju kemerdekaan, merajut kebersamaan dalam perbedaan, sekaligus menghubungkannya dengan kehidupan ASN masa kini,” katanya.
Salah seorang peserta, Arya dari Kementerian Lingkungan Hidup, mengaku sudah cukup lama mengikuti aktivitas AbdiMuda. Baginya, Plesiran & Ngopi Sejenak bukan hanya kegiatan rekreatif, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif tentang perjalanan bangsa.
“Saya sudah jadi followers kalian sejak lama. Karena akun kalian menjadi katalisator untuk menjaga kewarasan saya di tengah gonjang-ganjing negara ini. Buat saya, acara ini merupakan salah satu cara kita merawat cerita sejarah bangsa kita ini sekaligus mengingat kita menjadi ASN,” tuturnya.
Antusiasme serupa disampaikan Fira dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru karena dapat belajar sejarah sekaligus bertemu dengan ASN dari berbagai instansi.
“Ternyata acaranya seru banget. Aku bisa ketemu teman baru dari berbagai instansi dan aku banyak belajar sejarah mengenai kemerdekaan Indonesia. Aku harap AbdiMuda lebih sering membuat kegiatan seperti ini lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Irsyaad dari Kementerian Dalam Negeri menilai kegiatan ini menjadi cara menyenangkan untuk mendekatkan ASN muda dengan sejarah bangsa.
“Menurutku acara PNS ini sangat seru karena bisa mengenal banyak orang. Ada pepatah mengatakan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Oleh karena itu, dengan adanya event ini diharapkan kita dapat mengenal sejarah Indonesia lebih dekat bersama teman-teman ASN lainnya,” ungkapnya.
Setelah menyusuri berbagai titik bersejarah, perjalanan ditutup dengan sesi diskusi dan saling berkenalan. Di sinilah suasana semakin hangat karena peserta dapat memperluas pertemanan, sekaligus membangun jejaring antarsesama ASN.
Plesiran & Ngopi Sejenak memang dirancang lebih dari sekadar agenda jalan-jalan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar, berefleksi, membangun jejaring, dan menikmati pengalaman bersama.
Plesiran boleh sejenak. Ngopi boleh sebentar. Tapi semangat mengabdi dan merawat cerita Indonesia, jangan sebentar-sebentar. Sudah siap untuk edisi selanjutnya?
(Dewi Indah Ayu D.)