Mengabdi Sebagai ASN Terasa Monoton? Isi Dengan Kegiatan Ini

Gambar sampul Mengabdi Sebagai ASN Terasa Monoton? Isi Dengan Kegiatan Ini

Menjadi ASN adalah impian bagi sebagian besar orang. Pekerjaan yang dipandang stabil, jenjang karir yang terarah dan yang terpenting masa depan lumayan cerah, jika pensiun ada uang pensiun, setidaknya itulah yang menjadi gambaran  bagi sebagian masyarakat di Indonesia.  Bahkan ada beberapa orang tua yang mendambakan mempunyai menantu ASN, karena faktor kestabilan dan "punya nama" di masyarakat.
Setiap tahun pemerintah membuka lowongan kerja ASN mulai dari jenjang SMA/SMK sederajat hingga S1/S2, dan antusias masyarakat untuk mengikuti seleksi tersebut tetap tinggi. Memilih menjadi ASN sama dengan memilih jalan pengabdian. Pengabdian yang tidak sebentar, hitungan tahun, namun bisa mencapai puluhan tahun, hingga pensiun. Setelah diangkat menjadi ASN dan bekerja dalam kurun waktu tertentu, tentunya setiap sistem dan aturan didalamnya sudah hapal diluar kepala. Perasaan bosan, terasa monoton tak pelak melanda dan inilah ujian dari sebuah pengabdian. Kita mulai membanding-bandingkan diri dengan instansi lain, katakanlah BUMN, swasta nasional atau pengusaha yang waktunya fleksibel. 

Setiap pilihan hidup ada plus dan minusnya, dan sebuah pengabdian menjadi  salah satu pilihan pribadi yang terdapat konsekuensi. Pengabdian dalam waktu yang lama dan terus menerus, berkonsekuensi kepada adanya potensi perasaan monoton. Perasaan bosan dan monoton yang dialami, dapat diantisipasi dengan mengubah mindset berfikir, bahwa menjadi ASN tidak sekedar sebuah pengabdian, tempat mencari penghasilan bulanan, tapi juga mengembangkan diri, menjadi ASN kreatif yang berkinerja prima dan kompeten. Bentuk pengembangan diri seorang ASN agar jalan pengabdiannya tidak terasa monoton, misal mengembangkan hobi seorang ASN (misal menulis, membuat buku-buku terkait hobi, menjadi reviewer / editor, dst), membuat konten kreatif bisa dengan video yang dapat diunggah diplatform sosial media.  Dewasa ini banyak platform media sosial yang menyediakan wadah bagi hobi para ASN, salah satunya platform sembaridinas.id, untuk mewadahi ASN yang gemar menuangkan ide / opininya melalui tulisan. 

Pengembangan diri tidak selalu berbentuk materi formal terkait pekerjaan/ teknis kerja. Namun hal yang dapat mendorong diri untuk bertumbuh, seperti mengembangkan hobi potensial, yang dapat dikerjakan diluar kesibukan kerja, dapat membantu untuk meredam perasaan monoton.  Memang tidak dapat dipungkiri jika seorang ASN perlu mengembangkan diri yang berhubungan dengan teknis pekerjaan tapi hal ini menurut penulis perlu di imbangi dengan pengembangan diri dari sisi internal pribadi ASN, agar tak terasa monoton. Dengan adanya keseimbangan tersebut, jalan panjang pengabdian sebagai seorang ASN akan terasa lebih bermakna dan berisi. 

 

 

Bagikan :